Rabu, 28 Oktober 2015

Cara Membuat Aransemen Drum band dan Marching Band

Banyak  hal yang sering ditanyakan oleh para anggota marching band atau drumband  tentang bagaimana cara membuat aransemen sebuah lagu, Sering kali ketika saya melakukan penjurian di berbagai daerah, terutama untuk Music Analysis Hornline caption, saya terkadang memberikan masukan dalam memperbaiki aransemen di alat tiup, baik itu horn maupun pianika. Banyak hal yang sepertinya harus diperbaiki dalam teknik mengaransi ini, karena yang terjadi di lapangan terkadang membuat saya ‘gregetan’ untuk membetulkannya. Di artikel sebelumnya, saya menjelaskan mengenai ‘benang merah’ saat pelatih ingin membuat suatu paket penampilan marching band. Disini akan dijelaskan secara sederhana bagaimana aransemen yang efektif dan enak didengar.

Teori dasar

• Linear Balance
Saya memakai panduan yang diberikan oleh Prof. Gary Corcoran, seorang profesor musik dari Plymouth State University, Amerika, yang mengatakan bahwa dalam sebuah musik, terdapat 4 bagian utama berdasarkan fungsinya (Whaley, 2005):
1. Melodic Material (MM)
Ini merupakan bagian yang memainkan melodi atau materi utama. Termasuk didalamnya dalah harmonisasi pendukung melodi (MMH) yang mengikuti sepanjang permainan. Biasanya Trumpet 1 ditemani oleh trumpet 2 dan 3, atau Baritone 1 ditemani Baritone 2, dst.
2. Countermelodic Material (CM)
Merupakan melodi kontra jalur, yang mana merupakan cerminan berbentuk melodi namun bergerak berlawanan dengan melodi itu sendiri. Biasanya Mellophone memegang peranan ini.
3. Rhythmic Harmonic Material (RHM)
Suara ini merupakan background pembentu ritme dan ciri khas dari musik tersebut. Biasanya perkusi dan alat musik non melodic/countermelodic memegang peranan di sektor ini.
4. Sustained Harmonic Material (SHM)
Suara ini adalah lebih kepada nada-nada panjang mengiringi melodi dan pembentuk kord-kord tertentu.
Istilah diatas sebaiknya diperkenalkan juga kepada pemain, agar nantinya setiap progresi melodi dan lagu, mereka mengetahui bagian apa yang sedang mereka mainkan. Efek dinamik, interpretasi dan volume suara akan sangat membantu apabila mereka mengerti hal-hal ini.
• Teknik Doublings (Penebalan)
Teknik ini juga disebut teknik penebalan nada, artinya nada yang sama dimainkan oleh 2 atau lebih alat tiup atau pukul. Berfungsi untuk menguatkan melodi dan atau harmoni. Doublings biasanya melihat banyaknya alat, variasi alat dan kemampuan pemain (Bailey, 1994). Tidak ada gunanya memainkan melodi untuk 40 pemain sekaligus karena akan berdampak kerasnya melodi tanpa adanya harmonisasi. Teknik ini akan dipakai untuk aransemen pianika maupun hornline.

Dari gambar disamping bisa dilihat bahwa suara oboe 1 dan violin 2 sama, sehingga oboe men-dobel violin 2. Satu hal yang harus diperhatikan dalam teknik doublings ini adalah, apabila hendak men-dobel suara dari tipe alat yang berbeda, tuning alat tersebut harus bagus, sehingga output suara menjadi satu. Sedangkan suara Basson dan Low string berfungsi sebagai SHM, dan violin 1 sebagai harmoni pendukung MM.


• Aransemen Pianika

Sebelum memulai aransi, ada baiknya melihat dulu kekuatan dan kemampuan pemain pianika unit anda. Sifat dan karakter alat musik ini adalah homogen, velositas (kekuatan) suara kecil, dan mudah ditiup/dimainkan oleh pelajar. Sebagai gambaran ideal jumlah pianika, biasanya terdiri dari minimal 30-40 pemain. Apabila jumlah yang dipakai, maka aransi yang bisa dilakukan adalah 2 suara sopran.
1. Sopran 1
Suara sopran 1 biasanya mereka yang memainkan MM. Namun ada baiknya mereka juga mencoba untuk bermain CM, supaya bisa berbagi dan tidak mendominasi mereka yang bermain sopran 2.
2. Sopran 2
Mereka yang bermain disini adalah bagian SHM yang mengiringi melodi, atau bisa juga MM pembentuk harmonisasi MM. Bisa beralih fungsi dengan sopran 1, menjadi melodi utama.
3. Pit Percussion
Disini terkadang letak permasalahan. Sering kali unit yang saya nilai memakai teknik doubling sopran 1 dengan bells, sepanjang lagu. Ini menyebabkan suara bells terlalu mendominasi semua lagu, apalagi jika memiliki 6-8 bells, bermain bersamaan. Saran saya dengan bells yang cukup banyak, jadikanlah mereka sebagai RHM atau CM agar terdapat variasi melodi dan ritmitik yang indah, seperti arpeggio, chord, dll. Disarankan juga untuk menyesuaikan volume bells dengan pianika, agar tidak terlalu memekakkan telinga.
4. Perkusi / Batterie
Perkusi mempunyai andil besar terhadap tempo dan ritme dalam sebuah lagu. Sebagian besar fungsinya adalah di RHM. Perlu diperhatikan volume suara perkusi, agar tidak terlalu dominan saat pianika bermain melodi. Biasanya sang arranger perkusi akan menyesuaikan pola dan aransemen yang mendukung melodi tersebut.
Setelah menerapkan pembagian fungsi suara seperti diatas, usahakan pemain mengerti fungsi masing-masing bagian. Apabila sopran 1 bertindak sebagai MM, maka volume sopran 2 sebaiknya tidak menonjol, begitu pun sebaliknya. Disini diharapkan agar keseimbangan suara dapat terjadi. Dengan diberlakukannya ‘tugas & tanggung jawab’ dari sang arranger, maka pemain dapat menjalankan ‘kewajibannya’ memainkan lagu sesuai dengan aransemen, dengan baik dan benar. Sebagai gambaran, dibawah ini adalah contoh variasi pembagian fungsi suara untuk kelompok pianika:
Fungsi Suara
Intro
Verse 1
Verse 2
Reff
Bridge
Reff 2 / Modulasi
Coda/Ending
Sopran 1
SHM
MM
CM
MM
SHM
MM
CM
Sopran 2
MMH
SHM
MM
MMH
SHM
MMH
MMH
Pit
MM
RHM
RHM/CM
CM
MM
CM
MM/SHM
Batterie
MMH
-
RHM
RHM
RHM
RHM
SHM
Selamat mencoba…!!
Salam,

Marbo
* Penulis adalah Staff pengajar Binus Business School & Endorser Jupiter Indonesia.
Referensi:
Bailey, Wayne, The Complete Marching Band Resource Manual, University of Pennsylvania Press, 1994
Banoe, Pono, Pengantar Pengetahuan Harmoni, Penerbit Kanisius, 2003
Whaley, Garwood., The Music Director’s Cookbook: Creative Recipes for a Successful Program, Meredith Music Publication, 1st ed, USA, 2005

Pengertian Drumband dan Marching band

Pengertian Marching band
Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya/corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.

Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat marching band merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.
Drum band
Sebagaimana kita lihat bahwa Kata "Drum Band" berasal dari dua kata yaitu: kata "Drum" dan kata "Band". Jika kita jabarkan makna dari masing - masing kata tersebut maka dapat kita artikan:

"Drum" merupakan alat musik yang berbentuk tabung dan dapat dimainkan dengan cara dipukul maupun ditabuh. Adapun jenis-jenis  alat drum yang dapat kita jumpaipada "drum band" antara lain:
  • snare drum, 
  • tenor atau alto drum, 
  • bass drum 
  • trio tom. 
  • Quard tom
  • Quint tom
Sedangkan istilah "band" merupakan sebuah Group atau  gabungan alat musik yang berfungsi sebagai melodi dalam suatu lagu yang terdiri: alat musik tiup, alat musik perkusi yang bernada serta ditambah symbal. Adapun  alat musik melodi yang sering digunakan pada drum band antara lain bellyra dan pianika.

Selain itu ada juga pendukung lainnya seperti Gitapati atau mayoret ada juga Bendera Penari 

Sehingga dapat kita artikan bahwa Drum band menurut merupakan gabungan alat musik jenis drum dan alat musik tiup maupun alat musik perkusi yang dimainkan secara bersama.

Secara umum pengertian drum band dapat didefinisikan sebagai bentuk permainan musik dan olah raga yang terdiri dari beberapa orang personil untuk mengiringi langkah dalam berbaris, atau dengan kata lain berbaris sambil bermain musik (sudrajat: 2005)

Adapun Istilah drum band hanya terdapat di Indonesia, yaitu suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan alat pukul seperti snare drum, tenor drum, bass drum, toms, bellyra, dan Cymball