Selasa, 01 November 2016

Drumband dan Marching Band

Elemen lain yang membedakan drumband dan marching band, komposisi alat musiknya. Marching band mempunyai komposisi alat tiup lengkap dari logam dan kayu. Sedangkan alat tiup drumband hanya berupa trompet, mellophone dan trombhone sisanya memakai pianika atau recorder. Fifes dan drum merupakan alat wajib dalam marching band milik tentara amerika serikat selama periode perang revolusi.pada perang sipil, drum and buggles (trompet) yang harus ada. Sedang kan pada perang dunia 1 dan 2 dominan dengan alat musik tiup dan perkusi. Kalau di KANADA atau SCHOTLANDIA baktive alat musik tradisional schotlandia wajib ada.
Grand Prix Marching Band (GPMB) merupakan kejuaraan rutin bergengsi milik para insan yang terjun di dunia marching band Indonesia. Kejuaraan ini yang diadakan secara nasional dan biasa digelar pada akhir tahun dan diikuti oleh hampir seluruh unit marching band yang ada di Indonesia.
Hamengkubuwono marching band champion ship di Yogyakarta juga merupakan salah satu ajang kompetisi marching band bergengsi di Indonesia. Konon, piala yang diperebutkan sifatnya sakral dan khusus dari Sri Sultan Hamengkubuwono sendiri. Piala dilapisi emas, perak, dan perunggu. Merupkan lambang mahkota kerajaan Ngayogyakarta.
Instrumen dalam marchingband sangat membantu latihan baris berbaris dalam militer. Melalui hentakan alat musik, tentara yang ribuan sekalipun bisa diatur dibawah satu komando, secara serempak, teratur dan tidak saling injak satu sama lain.
Jika instrument marching band tidak ada biasanya para tentara menggunakan kata kata untuk mengatur langkah pasukan sebagai gantinya. Tapi cara demikian mempunyai kelemahan karena hanya bersandar pada suara manusia. Sedangkan kalau pake drum atau alat musik lain, lebih efektif karena volume beat dari alat musik bisa menjangkau secara luas.

PEMBAGIAN DIVISI YANG ADA DIDALAM MARHING BAND/ DRUM CORPS

1. DIVISI PERCUSSION BATTREY
  • Snare drum
  • Quint Tom
  • Bass drum
  • Hand Cymbal
2. DIVISI PIT INSTRUMENT (PERCUSSION IN TONE)
  • Marching bells
  • Xylophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Timpani
  • Chimes
  • Orchestra Cymbal
  • Grand Casa
  • Asesoris lainnya
3. DIVISI BRASS
  • Trumpet
  • Flugel horn
  • Melophone/Frenc Horn
  • Baritone
  • Euphonium
  • Tuba Contra tuba
4. COLOUR GUARD
  • Bendera/Flag standart
  • Big Flag
  • Flag Angel
  • Rifel/senapan
  • Sabre/pedang
  • Air Blade

JENIS-JENIS PENGELOMPOKKAN ALAT MARCHING BAND

Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkan alat marching band. Pengelompokkan alat marching ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori alat drum band tersebut, masing-masing kategori alat band memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan alat drum ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain marching drum band yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas social drum band non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.
Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan alat drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching drum band menggunakan nada dasar B? atau F. Jenis instrumen itu antara lain terompet, french horn, mellophone, tenor horn, baritone, euphonium, contra bass / tuba.
Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan alat marching umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan alat marching band. Contoh instrumen ini antara lain snare drum, drum tenor / quint, drum bass, simbal.
Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan alat band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan alat drum band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis instrumen ini antara lain xylophone, vibraphone, marimba, simbal, gong Cina, timpani, drum bass konser, tubular bell.
 1. Instrumen Musik Perkusi
Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusi yang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grup marching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.
  • Snare drum

Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. Snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.
  • Drum tenor

Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon. Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring. Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.
  • Drum bass

Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer
  • Simbal

Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.
. Instrumen PIT (Percussion In Tone)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:

  • Xylophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Gong cina
  • Timpani
  • Drum bass konser
  • Tubular bell
nstrumen Bendera/Colour Guard Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah bendera dan senapan kayu. Bentuk berndera dan aksesori nya pun bisa berbeda beda pada tiap penampilan sebuah band tersebut, karena agar menyesuaikan dengan paket pembawaan dari band tersebut. Beberapa contoh properti pada section ini adalah:



Instrumen Musik Tiup Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.
  • Terompet

Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B♭, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.
  • Mellophone

Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.
  • Baritone Horn/Euphonium

Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B♭.
  • Contra Bass/Tuba

Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

Rabu, 28 Oktober 2015

Cara Membuat Aransemen Drum band dan Marching Band

Banyak  hal yang sering ditanyakan oleh para anggota marching band atau drumband  tentang bagaimana cara membuat aransemen sebuah lagu, Sering kali ketika saya melakukan penjurian di berbagai daerah, terutama untuk Music Analysis Hornline caption, saya terkadang memberikan masukan dalam memperbaiki aransemen di alat tiup, baik itu horn maupun pianika. Banyak hal yang sepertinya harus diperbaiki dalam teknik mengaransi ini, karena yang terjadi di lapangan terkadang membuat saya ‘gregetan’ untuk membetulkannya. Di artikel sebelumnya, saya menjelaskan mengenai ‘benang merah’ saat pelatih ingin membuat suatu paket penampilan marching band. Disini akan dijelaskan secara sederhana bagaimana aransemen yang efektif dan enak didengar.

Teori dasar

• Linear Balance
Saya memakai panduan yang diberikan oleh Prof. Gary Corcoran, seorang profesor musik dari Plymouth State University, Amerika, yang mengatakan bahwa dalam sebuah musik, terdapat 4 bagian utama berdasarkan fungsinya (Whaley, 2005):
1. Melodic Material (MM)
Ini merupakan bagian yang memainkan melodi atau materi utama. Termasuk didalamnya dalah harmonisasi pendukung melodi (MMH) yang mengikuti sepanjang permainan. Biasanya Trumpet 1 ditemani oleh trumpet 2 dan 3, atau Baritone 1 ditemani Baritone 2, dst.
2. Countermelodic Material (CM)
Merupakan melodi kontra jalur, yang mana merupakan cerminan berbentuk melodi namun bergerak berlawanan dengan melodi itu sendiri. Biasanya Mellophone memegang peranan ini.
3. Rhythmic Harmonic Material (RHM)
Suara ini merupakan background pembentu ritme dan ciri khas dari musik tersebut. Biasanya perkusi dan alat musik non melodic/countermelodic memegang peranan di sektor ini.
4. Sustained Harmonic Material (SHM)
Suara ini adalah lebih kepada nada-nada panjang mengiringi melodi dan pembentuk kord-kord tertentu.
Istilah diatas sebaiknya diperkenalkan juga kepada pemain, agar nantinya setiap progresi melodi dan lagu, mereka mengetahui bagian apa yang sedang mereka mainkan. Efek dinamik, interpretasi dan volume suara akan sangat membantu apabila mereka mengerti hal-hal ini.
• Teknik Doublings (Penebalan)
Teknik ini juga disebut teknik penebalan nada, artinya nada yang sama dimainkan oleh 2 atau lebih alat tiup atau pukul. Berfungsi untuk menguatkan melodi dan atau harmoni. Doublings biasanya melihat banyaknya alat, variasi alat dan kemampuan pemain (Bailey, 1994). Tidak ada gunanya memainkan melodi untuk 40 pemain sekaligus karena akan berdampak kerasnya melodi tanpa adanya harmonisasi. Teknik ini akan dipakai untuk aransemen pianika maupun hornline.

Dari gambar disamping bisa dilihat bahwa suara oboe 1 dan violin 2 sama, sehingga oboe men-dobel violin 2. Satu hal yang harus diperhatikan dalam teknik doublings ini adalah, apabila hendak men-dobel suara dari tipe alat yang berbeda, tuning alat tersebut harus bagus, sehingga output suara menjadi satu. Sedangkan suara Basson dan Low string berfungsi sebagai SHM, dan violin 1 sebagai harmoni pendukung MM.


• Aransemen Pianika

Sebelum memulai aransi, ada baiknya melihat dulu kekuatan dan kemampuan pemain pianika unit anda. Sifat dan karakter alat musik ini adalah homogen, velositas (kekuatan) suara kecil, dan mudah ditiup/dimainkan oleh pelajar. Sebagai gambaran ideal jumlah pianika, biasanya terdiri dari minimal 30-40 pemain. Apabila jumlah yang dipakai, maka aransi yang bisa dilakukan adalah 2 suara sopran.
1. Sopran 1
Suara sopran 1 biasanya mereka yang memainkan MM. Namun ada baiknya mereka juga mencoba untuk bermain CM, supaya bisa berbagi dan tidak mendominasi mereka yang bermain sopran 2.
2. Sopran 2
Mereka yang bermain disini adalah bagian SHM yang mengiringi melodi, atau bisa juga MM pembentuk harmonisasi MM. Bisa beralih fungsi dengan sopran 1, menjadi melodi utama.
3. Pit Percussion
Disini terkadang letak permasalahan. Sering kali unit yang saya nilai memakai teknik doubling sopran 1 dengan bells, sepanjang lagu. Ini menyebabkan suara bells terlalu mendominasi semua lagu, apalagi jika memiliki 6-8 bells, bermain bersamaan. Saran saya dengan bells yang cukup banyak, jadikanlah mereka sebagai RHM atau CM agar terdapat variasi melodi dan ritmitik yang indah, seperti arpeggio, chord, dll. Disarankan juga untuk menyesuaikan volume bells dengan pianika, agar tidak terlalu memekakkan telinga.
4. Perkusi / Batterie
Perkusi mempunyai andil besar terhadap tempo dan ritme dalam sebuah lagu. Sebagian besar fungsinya adalah di RHM. Perlu diperhatikan volume suara perkusi, agar tidak terlalu dominan saat pianika bermain melodi. Biasanya sang arranger perkusi akan menyesuaikan pola dan aransemen yang mendukung melodi tersebut.
Setelah menerapkan pembagian fungsi suara seperti diatas, usahakan pemain mengerti fungsi masing-masing bagian. Apabila sopran 1 bertindak sebagai MM, maka volume sopran 2 sebaiknya tidak menonjol, begitu pun sebaliknya. Disini diharapkan agar keseimbangan suara dapat terjadi. Dengan diberlakukannya ‘tugas & tanggung jawab’ dari sang arranger, maka pemain dapat menjalankan ‘kewajibannya’ memainkan lagu sesuai dengan aransemen, dengan baik dan benar. Sebagai gambaran, dibawah ini adalah contoh variasi pembagian fungsi suara untuk kelompok pianika:
Fungsi Suara
Intro
Verse 1
Verse 2
Reff
Bridge
Reff 2 / Modulasi
Coda/Ending
Sopran 1
SHM
MM
CM
MM
SHM
MM
CM
Sopran 2
MMH
SHM
MM
MMH
SHM
MMH
MMH
Pit
MM
RHM
RHM/CM
CM
MM
CM
MM/SHM
Batterie
MMH
-
RHM
RHM
RHM
RHM
SHM
Selamat mencoba…!!
Salam,

Marbo
* Penulis adalah Staff pengajar Binus Business School & Endorser Jupiter Indonesia.
Referensi:
Bailey, Wayne, The Complete Marching Band Resource Manual, University of Pennsylvania Press, 1994
Banoe, Pono, Pengantar Pengetahuan Harmoni, Penerbit Kanisius, 2003
Whaley, Garwood., The Music Director’s Cookbook: Creative Recipes for a Successful Program, Meredith Music Publication, 1st ed, USA, 2005

Pengertian Drumband dan Marching band

Pengertian Marching band
Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya/corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.

Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat marching band merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.
Drum band
Sebagaimana kita lihat bahwa Kata "Drum Band" berasal dari dua kata yaitu: kata "Drum" dan kata "Band". Jika kita jabarkan makna dari masing - masing kata tersebut maka dapat kita artikan:

"Drum" merupakan alat musik yang berbentuk tabung dan dapat dimainkan dengan cara dipukul maupun ditabuh. Adapun jenis-jenis  alat drum yang dapat kita jumpaipada "drum band" antara lain:
  • snare drum, 
  • tenor atau alto drum, 
  • bass drum 
  • trio tom. 
  • Quard tom
  • Quint tom
Sedangkan istilah "band" merupakan sebuah Group atau  gabungan alat musik yang berfungsi sebagai melodi dalam suatu lagu yang terdiri: alat musik tiup, alat musik perkusi yang bernada serta ditambah symbal. Adapun  alat musik melodi yang sering digunakan pada drum band antara lain bellyra dan pianika.

Selain itu ada juga pendukung lainnya seperti Gitapati atau mayoret ada juga Bendera Penari 

Sehingga dapat kita artikan bahwa Drum band menurut merupakan gabungan alat musik jenis drum dan alat musik tiup maupun alat musik perkusi yang dimainkan secara bersama.

Secara umum pengertian drum band dapat didefinisikan sebagai bentuk permainan musik dan olah raga yang terdiri dari beberapa orang personil untuk mengiringi langkah dalam berbaris, atau dengan kata lain berbaris sambil bermain musik (sudrajat: 2005)

Adapun Istilah drum band hanya terdapat di Indonesia, yaitu suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan alat pukul seperti snare drum, tenor drum, bass drum, toms, bellyra, dan Cymball